"Analisa cerdas, hanya bisa dilontarkan dengan pemikiran cemerlang" (Syam Indra Pratama)
Total Pageviews
Monday, October 24, 2011
Oleh : Syam Indra Pratama
Cerpen : FOTO
Entah mulai sejak kapan aku mulai kencanduan untuk mengetik apa saja di notebook ku yang mungil ini. Barangkali karena kecepatan mengetikku yang sudah jauh lebih cepat dari yang dulu, sebelum aku menggilai menulis dan membuat tulisan. Walaupun mengetiknya masih mengandalkan sebelas jari alias dua jari telunjuk tangan kanan dan kiri.
Namun sore ini aku sangat heran, kenapa jari ini rasanya sangat kaku, hampir-hampir tak sampai satu paragraf pun yang aku ketikkan di notebook ku ini. Padahal aku sudah memilih duduk di siring laut, di depan kantor DPRD Kotabaru.
Jauh-jauh aku ke sini, 12 jam naik bus dari Banjarmasin, sampai pantat panas dan bau badan seperti ikan asin, bahkan menyeberang laut menggunakan kapal feri. Hanya untuk merasakan nikmatnya mengetik di notebook sambil duduk di pinggir siring, melihat kapal dan menyapa angin segar yang dikirim dari laut.
Ah, aku langsung saja ke inti permasalahannya. Bukan apa-apa, aku risih betul dengan orang-orang yang dari tadi mondar-mandir berfoto-foto ria di belakangku. Sebenarnya posisi ku ini sudah cukup bagus menghadap ke laut. Hanya saja suara mereka itu membuat konsentrasi ku pecah, sedangkan untuk mengalah pindah duduk, aku tak mau. Bagiku, merekalah yang harus menjauh.
“Oke, satu . . . . dua. . . .ti ti ti gaaa…,” kata salah seorang dari mereka yang dari tadi sibuk foto-foto. Aku tak tahu mereka itu datangnya dari mana. Apakah mereka datang dari pelosok Kalsel yang tak pernah sama sekali ke Kotabaru atau apalah, aku tak mau tahu, yang jelas mereka sudah menggangu sekali.
Satu menit, dua menit, sampai hampir tiga puluh menit ku dengarkan, mereka masih saja berfoto-foto. Aku sangat gengsi melihat ke belakang, karena fokusku dari awal kan memang untuk menulis. Bukan untuk memperhatikan mereka yang agaknya termasuk golongan “gila” foto-foto itu. Tapi aku rasa ini sudah sangat keterlaluan, masa untuk sekadar foto-foto saja sampai selama itu. Ya ampun.
Kacau, kacau, kacauuuu. Aku jadi tidak bisa mengetik satu paragraf pun. Aku putuskan untuk melihat siapa mereka itu sebenarnya.
Tapi aku masih gengsi. Aku tahan-tahan saja dulu, sambil menunggu-nunggu barangkali jari-jariku ini sudah siap mengetik kembali. Kembali ku tunggu satu menit, dua menit, hingga lima belas menit. “Senyum ya, satu…. Duaa.. tiiiigaaaa,” kata salah seorang dari mereka lagi. Urrggghhhhhh habis sudah kesabaranku. Tak bisa terbendung lagi. Aku langsung berdiri dan berbalik.
****
“woi-woi bangun mas, ngigau ya. Ini kita baru sampai di dermaga, mau menyeberang ke Kotabaru. Kok masnya teriak-teriak sendiri,” ujar sopir bus di sebelahku. Walah-walah, ternyata aku masih belum sampai ke Kotabaru, eh malah mimpi, soalnya ketiduran di bus. Sopir bus itu nampaknya jengkel, karena tiba-tiba saja aku mengumpatnya sambil tidur. Mudahan saja, tak ada orang-orang seperti dalam mimpi itu saat aku sampai di Kotabaru.
***
Saturday, October 15, 2011
Toples
Aduh sulit bu, Edo malas belajar membaca, Edo mau main sama teman-teman Bu…”, keluh Edo pada ibunya. Namun dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, sang ibu terus saja mengajari anaknya yang baru duduk dikelas satu sekolah dasar Harapan Bangsa. “ Ayo dong do, kamu pasti bisa kalau mau belajar. Nanti ibu bikinkan kue bolu kesukaanmu deh…”, kata ibunya sambil tersenyum ramah. “ Oke deh bu, he..he..he…”, jawab edo kembali bersemangat. Edo mulai belajar membaca lagi, namun tetap kesulitan dalam mengeja huruf-huruf yang dilihatnya.
Edo nampak kelelahan setelah belajar membaca, siang itu Edo langsung terlelap. Dengan penuh kasih sayang Ibu Edo menggendongnya ketempat tidur dan menjaganya, sembari berpikir bagaimana agar anak ini bisa membaca dengan baik. Sementara Edo tidur, Ibunya membuatkan kue bolu kesukaan Edo. Ibunya Edo memang jago deh, kalo bikin kue.
Mencium aroma wangi kue bolu yang sudah jadi , Edo terbangun dan berlari kedapur. Anak kecil yang lucu dengan pipi lembem dan tidak terlalu gemuk ini memang sangat menggemaskan, apalagi kalau tertawa, duh… lucu banget deh. “ Bu, kue kesukaan Edo mana? Edo mau dong…”, pintanya dengan manja. “ Tenang do, ini sudah ibu buatkan khusus untuk anak ibu yang pintar”, sahut ibunya ramah dan penuh tatapan kasih sayang. Melihat senyuman dan wajah ibunya yang penuh kasih sayang , Edo selalu tersenyum. “ Tapi Edo harus milih dulu ya, kuenya ada didalam salah satu toples yang ada diatas meja. Disalah satu toples itu sudah ibu kasih tulisan mana yang bolu dan mana yang kosong. Kalo Edo bisa baca dengan baik , pasti bisa mendapatkan bolu kesukaan Edo”. Dengan semangat , Edo berusaha mengeja tulisan dua buah toples tersebut. Wajahnya yang serius terlihat lucu sambil sesekali mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Karena kesulitan, Edo lalu memilih salah satu toples tersebut dan ternyata yang dipilihnya memang benar berisi bolu. “ Wah, anak ibu memang hebat ya, ternyata sudah mulai bisa baca”, kata ibunya antusias. “ Edo pun bingung, padahal ia tidak bisa membaca tulisan di toples itu, tetapi hanya menebak asal-asalan saja.
Disinilah, ternyata hal itu adalah cara ibu Edo agar membuat anaknya bersemangat lagi dalam belajarmembaca dengan baik. Edo yang selalau diberi semangat pun menjadi termotivasi dan terpacu dalam membaca. Dalam pikirannya ia memang sudah bisa membaca hanya saja semangat belajar si anak masih kurang. Hal inilah akhirnya yang membuat si Ibu memakai teknik tebak kue bolu dan ternyata punya pengaruh yang luar biasa dalam perkembangan belajarnya. Sampai disaat Ia bnar-benar bisa membaca dengan baik, barulah ia sadar kalo ibunya memang seorang Ibu dan Pengajar yang terbaik. Saat itu Ia bisa membaca tulisan di dua toples yang bertuliskan “ Ibu Sayang Edo”. Ternyata itulah yang dituliskan Ibunya dalam goresan pena penuh cinta dan kasih yang diberikan untuk anak tercintanya. Betapa kekuasaan cinta, kasih sayang dan keikhlasan sangat mempengaruhi kehidupan manusia kingga dewasa. Edo pun masih menyimpan dua toples kasih sayang pemberian ibunya dulu. Walaupun ibunya kini telah tiada, namun ia tetap selalu mengenang ibunya dan berusaha juga memberikan kasih sayang yang tulus kepada istri dan buah hatinya sebagaimana yang diajarkan ibunya dulu kepadanya. Subhanallah.
Thursday, June 23, 2011
Baju Dewan Kalsel Rp 3,1 Miliar
Ternyata
Pendaftaran Peserta Lelang Nasional Dibuka
BANJARMASIN-Pagu untuk baju dinas anggota DPRD Kalsel ternyata melebihi prediksi. Pasalnya untuk tahun 2011 saja pagu untuk baju dinas lebih daru setengah miliar. Tepatnya Rp. 625 juta untuk setahun. Baju dinas sendiri ternyata ada lima jenis, yaitu PSH, PDH, PSR, dan Pakaian Adat yang diberikan setahun sekali. Sedangkan PSL (Pakaian Sipil Lengkap) atau sejenis jas, diberikan tiap lima tahun sekali, khusus saat pelantikan anggota dewan.
Kalau memang pagu sebesar 625 juta untuk tahun 2011 disetujui dan peserta lelang tak ada yang memberikan penawaran lebih rendah, maka bisa dihitung berapa dalam satu periode (lima tahun) anggaran untuk baju dinas ini jika pagu tahun lalu juga sebesar itu dan sudah selesai dilelang. Totalnya adalah 3,1 Miliar, cukup fantastis untuk baju dinas anggota dewan saja.
Kebag Keuangan DPRD Kalsel, Hj Rusida mengatakan. Pagu tersebut memang benar sejumlah Rp 625 juta. Namun jumlah tersebut tidak mutlak semuanya digunakan untuk baju dinas. Tergantung hasil lelang nanti. Sehingga menurutnya bisa saja pagunya berkurang setengahnya.
“Pagunya memang benar segitu. Akan tetapi itu Cuma pagu awal. Biasanya gak sampai segitu. Bahkan bisa kurang setengahnya. Tergantung lelang saja,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin kemarin (16/6).
Ia juga menjelaskan, pengadaan baju dinas itu sudah sesuai dengan PP No. 24 Tahun 2004 yang memuat pengadaan baju dinas untuk anggota dewan. “Itu sudah ada dasarnya yaitu PP No. 24 Tahun 2004, jadi itu sudah sesuai saja,” jelasnya.
Bukan hanya itu, Rusida juga merincikan berapa setel baju yang didapat anggota dewan dalam satu tahun. Untuk Pakaian Sipil Harian (PSH) dua setel baju, Pakaian Dinas Harian (PDH) lengan pendek satu setel, Pakaian Sipil Harian (PSR) satu setel, dan Pakaian Adat khusus dipakai pada saat perayaan hari jadi provinsi satu setel berupa baju banjar. Semuanya sudah termasuk celana.
Sekadar informasi, jika pagunya sebesar Rp 625 juta, maka satu orang anggota dewan mendapat jatah sekitar Rp 11 juta per tahun. Kalau baju yang didapat ada empat jenis, maka satu baju berharga Rp 2,2 juta. Namun Rusidah memberikan penjelasan bahwa pihak DPRD Kalsel sendiri menyesuaikan dengan harga standar, kalaupun nanti pagu yang ada tidak terpakai semua, maka akan dikembalikan ke kas daerah.“Kalau ada sisanya akan dikembalikan ke kas daerah, jadi tidak ke DPRD Kalsel,” tandasnya.
Sementara itu Kabag Pengadaan Barang, Nunung, kembali memberikan penjelasan. Menurutnya proses selanjutnya sudah ada di pantia lelang. Akan tetapi penanggung jawab lelang pengadaan baju dinas ini yaitu saudara Riduan sedang berada di luar provinsi untuk mengikuti pelatihan.
“Sebenarnya sudah saya serahkan semuanya ke panitia lelang. Setelah disetujui oleh pimpinan dewan, kami segera memproses. Kebetulan penanggung jawab lelang masih mengikuti pelatihan di luar provinsi,” ujarnya.
Lelang tersebut lanjut Nunung, melalui jalur lelang elektronik (e-procurement) dengan system LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik). Karena pagunya diatas setengah miliar, maka perusahaan yang ikut lelang pun adalah perusahaan level nasional. “Kita pakai sistem lelang elektoronik melalui tim LPSE. Pagunya kan diatas setengah miliar, jadi perusahaan yang diikutkan juga level nasional dan tidak sembarangan,” imbuhnya. Waktu untuk lelang sendiri paling lambat dalam tiga bulan. Bisa juga lebih cepat dari itu. “Paling lambat tiga bulan lelang sudah selesai, bisanya lebih cepat, sekarang pendaftaran peserta lelang sudah dibuka,” tambahnya.
Beberapa anggota DPRD Kalsel yang kemarin coba dimintai keterangan tetap tak mau berkomentar masalah baju dinas yang nilainya cukup fantastis ini. Jumlah ini juga jarang diketahui oleh masyarakat awam.
Kabarnya salah seorang anggota badan anggaran dari fraksi PBR, Asmara Yanto menolak pengadaan baju dinas tersebut karena dianggap tak layak dan mudah rusak. Namun saat berita ini diturunkan, yang bersangkutan tak bisa dihubungi. (mr-116)
DATA JENIS BAJU DINAS DEWAN
PSH : Dua Setel lengkap dengan celana
PDH: Satu Setel lengkap dengan celana
PSR : Satu Setel lengkap dengan celana
Pakaian Adat : Satu Setel lengkap dengan celana
Anggaran Baju Dinas 2011: Rp 625.000.000
Syam's corner : Bagaimana kalau dana sebanyak itu untuk kaum dhuafa?
Pendaftaran Peserta Lelang Nasional Dibuka
BANJARMASIN-Pagu untuk baju dinas anggota DPRD Kalsel ternyata melebihi prediksi. Pasalnya untuk tahun 2011 saja pagu untuk baju dinas lebih daru setengah miliar. Tepatnya Rp. 625 juta untuk setahun. Baju dinas sendiri ternyata ada lima jenis, yaitu PSH, PDH, PSR, dan Pakaian Adat yang diberikan setahun sekali. Sedangkan PSL (Pakaian Sipil Lengkap) atau sejenis jas, diberikan tiap lima tahun sekali, khusus saat pelantikan anggota dewan.
Kalau memang pagu sebesar 625 juta untuk tahun 2011 disetujui dan peserta lelang tak ada yang memberikan penawaran lebih rendah, maka bisa dihitung berapa dalam satu periode (lima tahun) anggaran untuk baju dinas ini jika pagu tahun lalu juga sebesar itu dan sudah selesai dilelang. Totalnya adalah 3,1 Miliar, cukup fantastis untuk baju dinas anggota dewan saja.
Kebag Keuangan DPRD Kalsel, Hj Rusida mengatakan. Pagu tersebut memang benar sejumlah Rp 625 juta. Namun jumlah tersebut tidak mutlak semuanya digunakan untuk baju dinas. Tergantung hasil lelang nanti. Sehingga menurutnya bisa saja pagunya berkurang setengahnya.
“Pagunya memang benar segitu. Akan tetapi itu Cuma pagu awal. Biasanya gak sampai segitu. Bahkan bisa kurang setengahnya. Tergantung lelang saja,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin kemarin (16/6).
Ia juga menjelaskan, pengadaan baju dinas itu sudah sesuai dengan PP No. 24 Tahun 2004 yang memuat pengadaan baju dinas untuk anggota dewan. “Itu sudah ada dasarnya yaitu PP No. 24 Tahun 2004, jadi itu sudah sesuai saja,” jelasnya.
Bukan hanya itu, Rusida juga merincikan berapa setel baju yang didapat anggota dewan dalam satu tahun. Untuk Pakaian Sipil Harian (PSH) dua setel baju, Pakaian Dinas Harian (PDH) lengan pendek satu setel, Pakaian Sipil Harian (PSR) satu setel, dan Pakaian Adat khusus dipakai pada saat perayaan hari jadi provinsi satu setel berupa baju banjar. Semuanya sudah termasuk celana.
Sekadar informasi, jika pagunya sebesar Rp 625 juta, maka satu orang anggota dewan mendapat jatah sekitar Rp 11 juta per tahun. Kalau baju yang didapat ada empat jenis, maka satu baju berharga Rp 2,2 juta. Namun Rusidah memberikan penjelasan bahwa pihak DPRD Kalsel sendiri menyesuaikan dengan harga standar, kalaupun nanti pagu yang ada tidak terpakai semua, maka akan dikembalikan ke kas daerah.“Kalau ada sisanya akan dikembalikan ke kas daerah, jadi tidak ke DPRD Kalsel,” tandasnya.
Sementara itu Kabag Pengadaan Barang, Nunung, kembali memberikan penjelasan. Menurutnya proses selanjutnya sudah ada di pantia lelang. Akan tetapi penanggung jawab lelang pengadaan baju dinas ini yaitu saudara Riduan sedang berada di luar provinsi untuk mengikuti pelatihan.
“Sebenarnya sudah saya serahkan semuanya ke panitia lelang. Setelah disetujui oleh pimpinan dewan, kami segera memproses. Kebetulan penanggung jawab lelang masih mengikuti pelatihan di luar provinsi,” ujarnya.
Lelang tersebut lanjut Nunung, melalui jalur lelang elektronik (e-procurement) dengan system LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik). Karena pagunya diatas setengah miliar, maka perusahaan yang ikut lelang pun adalah perusahaan level nasional. “Kita pakai sistem lelang elektoronik melalui tim LPSE. Pagunya kan diatas setengah miliar, jadi perusahaan yang diikutkan juga level nasional dan tidak sembarangan,” imbuhnya. Waktu untuk lelang sendiri paling lambat dalam tiga bulan. Bisa juga lebih cepat dari itu. “Paling lambat tiga bulan lelang sudah selesai, bisanya lebih cepat, sekarang pendaftaran peserta lelang sudah dibuka,” tambahnya.
Beberapa anggota DPRD Kalsel yang kemarin coba dimintai keterangan tetap tak mau berkomentar masalah baju dinas yang nilainya cukup fantastis ini. Jumlah ini juga jarang diketahui oleh masyarakat awam.
Kabarnya salah seorang anggota badan anggaran dari fraksi PBR, Asmara Yanto menolak pengadaan baju dinas tersebut karena dianggap tak layak dan mudah rusak. Namun saat berita ini diturunkan, yang bersangkutan tak bisa dihubungi. (mr-116)
DATA JENIS BAJU DINAS DEWAN
PSH : Dua Setel lengkap dengan celana
PDH: Satu Setel lengkap dengan celana
PSR : Satu Setel lengkap dengan celana
Pakaian Adat : Satu Setel lengkap dengan celana
Anggaran Baju Dinas 2011: Rp 625.000.000
Syam's corner : Bagaimana kalau dana sebanyak itu untuk kaum dhuafa?
Mahasiswa IAIN Antasari Gelar Kampanye
Partai Mahasiswa
BANJARMASIN- Nampaknya demam pesta demokrasi juga melanda kampus-kampus dan institut di Banjarmasin. Beberapa waktu lalu dalam kongresnya, Unlam akan melakukan pemilihan presiden BEM Unlam dengan sistem partai. Kemarin IAIN Antasari Banjarmasin juga menerapkan hal yang sama. Mereka menggelar kampanye massal di kampusnya untuk mensosialisasikan partai-partai mahasiswa.
Selain itu, ribuan mahasiswa IAIN Antasari akan berpartisipasi untuk memilih calon ketua BEM Institut mereka yang diusung minimal oleh dua partai mahasiswa. Di IAIN sendiri dari 20 partai yang ikut verifikasi hanya ada 12 partai mahasiswa yang bisa lolos. Beberapa partai diantaranya adalah partai PAS, PADM (Partai Mahasiwa Demokrasi), PAHAM (Partai Hak Asasi Mahasiswa), PMS (Partai Muslim Sejati) dan lain-lain.
Salah satu mahasiswa yang ikut dalam aksi kampanye tersebut, Laifvan Sufi Irwani mengatakan, agenda kampanye tersebut memang dilakukan jelang pemilihan orang nomor satu di BEM IAIN Antasari. Berbagai cara dilakukan, mulai dari berorasi, memasang baliho, dan menempel poster layaknya persaingan pemilu dilakukan.
“Ini memang dalam rangka jelang pemilihan ketua BEM IAIN Antasari. Kampus kami memang terbuka untuk siapa saja mahasiswa yang ingin membentuk partai. Selain untuk melatih kita untuk berorganisasi, kegiatan negatif juga bisa dikurangi,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin kemarin (18/6).
Di beberapa titk kampus mereka menyebar brosur dan pamflet berisikan ajakan untuk memilih sebuah partai mahasiswa. Tentunya dengan visi dan misi masing-masing partai. Untuk tahun sebelumnya IAIN Antsari tidak menerapkan sistem partai ini dalam pemilihan ketua BEM. Untuk tahun ini sistem partai digunakann untuk semakin meramaikan suasana pemilu raya mahasiswa yang akan digelar pada akhir Juni ini.
“Pemira akan dilakukan pada akhir Juni, jadi suasana akan semakin ramai dengan adanya partai mahasiswa dan agenda kampanye. Sehingga ada pembelajaran berdemokrasi kepada mahasiswa,” jelasnya.
Hal yang senada juga diungkapkan oleh M. Saini dari Fakultas Tarbiyah. Menurutnya tahun ini memang agak berbeda dari sebelumnya. “Suasana kampus semakin ramai dengan adanya kampanye dari masing-masing partai mahasiwa. Jadi suasana jelang pemilihan ketua BEM IAIN Antasari semakin hidup dan menarik mahasiswa untuk ikut memilih pada pemira. Kalau saya sih gak masalah,” tandasnya.
Rencananya di IAIN Antasari juga kan diadakan pemilihan anggota legislatif yang akan duduk di Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Caleg yang maju juga harus diusung dari salah satu partai mahasiswa yang lolos verifikasi. (mr-116)
Monday, June 13, 2011
Taufik Effendi vs Aspihani
Ada yang Bilang Juni, Ada Pula Juli
BANJARMASIN – Rencana musyawarah daerah (Musda) Partai Demokrat Kalsel yang dikabarkan kembali molor. Bahkan, aromanya kini kembali membingungkan. Ada yang memastikan pada bulan Juli, tetapi ada pula yang yakin digelar pada akhir Juni 2011 ini.
Koordinator Partai Demokrat Wilayah Kalimantan Ir H Aspihani misalnya, memastikan bahwa musda ditunda dari akhir Juni ke awal Juli. Bahkan, ia memastikan jadwal tersebut sudah 100 persen, artinya musda pasti akan dilaksanakan pada awal Juli 2011, namun ia tidak mau menyebutkan tanggal berapa musda dilaksanakan.
“Yang pasti lokasi musda akan digelar di Rattan Inn, untuk tanggal kami belum bisa menginformasikan,” tandasnya.
Dijelaskan Aspihani, Ketua Umum DPP Demokrat Anas Urbaningrum dipastikan akan membuka musda. Selain Anas, hadir pula sekjen DPP Ibas dan beberapa petinggi DPP lainnya.
“Rencananya Anas selain membuka musda, juga akan melakukan beberapa kegiatan lainnya di Banjarmasin, salah satunya melantik kepengurusan Kahmi Kalimantan Selatan yang digelar sekitar tanggal pelaksanaan musda,” akunya lagi.
Untuk kandidat masih terbuka sampai musda dimulai, namun Aspihani mengaku DPP tidak mencampuri persoalan kandidat. Begitu juga untuk pendaftaran langsung dilakukan oleh DPD Partai Demokrat Kalsel.
Sementara itu, dari informasi yang diterima Radar Banjarmasin dari Rattan Inn, Partai Demokrat Kalsel memang ada membooking ballroom untuk tanggal 9, 10 dan 11 Juli 2011 mendatang.
“Mereka baru booking untuk tiga hari, namun keputusan akhir masih belum ditetapkan, sedangkan untuk kamar kami belum mendapatkan informasi,” ucap salah satu karyawan Rattan inn, kemarin.
Nah, pernyataan lain datang dari salah satu anggota Dewan Pembina DPP Partai Demokrat, Taufik Effendi. Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN) meyakinkan bahwa Musda Demokrat Kalsel dilaksanakan akhir Juni 2011 ini.
Ia menjelaskan, tertundanya musda di Kalsel karena partai ini sedang fokus menata sistem di internal partai sekaligus menyamakan visi dan misi.
“Insya Allah paling lambat akhir Juni, Musda Demokrat Kalsel dilaksanakan. Semua penataan internal partai sudah selesai, jadi kita tinggal menyelenggarakannya saja,” tegasnya, baru-baru tadi.
Sekadar diketahui, Musda Demokrat Kalsel memang seolah terombang-ambing karena tak ada kepastian waktu penyelenggaraan sebelumnya. Hampir ada dua kali jadwal Musda Demokrat tertunda.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel, Syamsuri juga mengatakan hal yang senada dengan Taufik Effendi. Ia juga optimis dan yakin Musda akan dilaksanakan pada bulan Juni.
"Kita optimis, karena bulan ini Musda sudah harus digelar. Masalahnya kepengurusan kita sudah habis masa jabatannya sejak sebulan lalu. Kita berharap bulan ini bisa segera dilaksanakan," ujarnya. (sya/mr-116)
Wednesday, June 1, 2011
Juni Musda Demokrat Kalsel Digelar
BANJARMASIN-Ada kabar baru yang disampaikan Ir H Aspihani koordinator wilayah Kalimantan Partai Demokrat Aspihani menginformasikan untuk jadwal musda demokrat Kalsel sudah ada jadwalnya yaitu Bulan Juni 2011 ini.
"Musda sudah dijadwalkan Juni ini untuk Kalsel, saya optimis tidak ada penundaan lagi," jelasnya saat dikonfirmasi, kemarin.
Soal kisruh ditubuh DPP Demokrat , Aspihani menegaskan tidak ada pengaruhnya, termasuk untuk kegiatan musda di Kalsel, ini bisa dibuktikan dengan dijadwalnya musda pada Juni ini.
Musda sendiri sudah banyak ditunggu-tunggu pengurus partai demokrat di Kalsel, sebab kepengurusan Alamsyah sebenarnya sudah berakhir. Bulan April lalu, tapi sampai sekarang belum bisa digantikan, karena tidak adanya kejelasan musda.
Hal senada juga diungkapkan Rusian SE Ketua DPC Banjarmasin, persoalan di pusat tidak terlalu berpengaruh di daerah, termasuk di Banjarmasin yang sampai sekarang masih sangat solid..
"Demokrat di daerah tetap solid, soal gonjang ganjing di pusat tidak mempengaruhi kondisi di daerah, termasuk soal Musda," jelasnya.
Rusian yang siap mencalonkan diri sebagai ketua umum DPD Demokrat Kalsel bersaing dengan kandidat kuat lainnya seperti HM Zairullah Azhar menyatakan kembali kesiapannya untuk maju.
"Saya siap membesarkan partai Demokrat di Kalsel dan siap maju untuk bersaing dengan kandidat lain," tandasnya.(sya)
Syam's Corner : "Asal gak ditunda lagi. Jangan sampai kesannya karena badai Nazaruddin Kalsel kena imbasnya, right?"
SNMPTN Unlam 2011
Peserta Membludak, Kuota Hanya 1965 Mahasiswa
BANJARMASIN- Unlam mendadak penuh sesak kemarin (31/5), pasalnya banyak calon mahasiswa baru dari berbagai pelosok daerah di Kalsel dan diluar Kalsel yang berdatangan untuk mengikuti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) di Unlam. Beberapa yang dari luar Banjarmasin bahkan menginap sehari sebelum ujian dilaksanakan.
Sebelumnya pendaftaran sendiri sudah dilaksanakan mulai tanggal 2-24 Mei 2011 untuk lulusan tahun 2011. Pendaftaran bahkan sempat membludak karena minat para calon mahasiswa ternyata masih tinggi untuk memilih Unlam sebagai perguruan tinggi tampat mereka melanjutkan pendidikan. Walaupun pendafaran sudah menggunakan sistem Online, namun ujian yang dimulai pada pukul delapan tiga puluh pagi tersebut masih menggunakan lembar jawaban yang diisi dengan pensil 2B.
Salah seorang peserta SNMPTN asal Kabupaten Banjar bernama Abdul Hakim mengatakan bahwa soal SNMPTN tersebut ternyata lebih sulit dari ujian nasional. Pasalnya soal yang diujikan berbeda. Baik dari segi kualitas soal maupun tingkat kesulitannya. Kemarin ujian hari pertama yang dilaksanakan. Materi yang diujikan menyangkut tes potensi akademik SMA bidang studi dasar (IPA,IPS, dan IPC).
“Soalnya memang agak sulit dari ujian nasional ya. Jadi agak kesulitan juga saat menjawab soalnya. Masalahnya gak Cuma satu bidang aja yang diujikan, akan tetapi beragam, jadi belajarnya juga mesti ekstra sebelumnya,” kataya kepada Radar Banjarmasin.
Menurutnya ia sangat berharap bisa lulus SNMPTN dan menjadi mahasiswa Unlam. Kebetulan ia mengambil jurusan pendidikan ekonomi FKIP Unlam. Ia juga tak ingin mengecewakan orang tuanya.
“Saya sangat berharap banget bisa diterima di Unlam. Pokoknya aku kan sudah jauh-jauh dari Martapura, jadi harapannya bisa lulus lah,” tuturnya dengan semangat. Sebelumnya Kuota mahasiswa yang akan diterima oleh Unlam pada tahun 2011ini menurut kepala Biro Admistrasi dan Akademik Kemahasiswaan (BAAK) Unlam, Dra. Hj. Nor Fitriani Kusasi, sejumlah 1.965 mahasiswa untuk regular. Sedangkan jika digabung dengan jalur mandiri, maka total kuota bisa mencapai hingga 2012 mahasiswa.
Lain hal dengan Abdul Hakim, lulusan SMAN 1 Sungai Pandan bernama Melansari, asal Alabio, Kabupaten HSU yang juga peserta ujian SNMPTN mengatakan bahwa suasana ujian yang dibagi ke beberapa fakultas tersebut sangat tenang, walaupun tanpa kipas angin, apalagi pendingin ruangan.
“Alhamdulillah suasana ujian tenang, agak panas juga karena saya kebagian ruangan yang gak ada kipas angin dan pendingin ruangan,” ujarnya polos. Ujian hari ini akan digelar pada jam yang sama yaitu pukul 08.30, dengan materi ujian IPA, IPS, dan IPC. Akan tetapi bagi anda peserta ujian maupun orang tua yang ingin mengantarkan anak anda mengikuti SNMPTN, maka tak ada salahnya datang lebih awal. Pengumuman hasil SNMPTN sendiri akan diumumkan pada tanggal 30 Juni serentak di seluruh Indonesia. (mr-116)
Syam's Corner: Lalu dengan membludaknya pendaftar, harus diawasi kalau ada kecurangan. Itu nang panting>>> ya kalo,,, han,,
Subscribe to:
Posts (Atom)






